Ternyata Selama ini Saya Tidak Pernah Diam | Daily

dari instagram @uyo.yahya
Hi, teman-teman. Saya lagi, yang tidak tahu malu datang tiba-tiba, menghilang pun tak berkabar. Postingan terakhir pun hampir satu tahun yang lalu. Tapi di sinilah saya, memulai kembali menulis apa yang terjadi di sekitar saya, apa yang njelimet di kepala untuk bisa dibaca, menjadi catatan, dan mudah-mudahan jadi pelajaran.

Hari ini tepat dua bulan sudah saya bekerja di kota gudeg, Yogyakarta yang sudah barang tentu juga tingga di sini. Dengan semua hal yang baru, mulai dari kosan baru, teman baru, dan kantor yang baru saya menyadari bahwa tidak semuanya benar-benar hal yang asing bagi saya.

Saya tidak pernah diam. Selalu berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain dengan berbagai alasan. Saat usia 16 hingga 18 saya pindah dari kabupaten Tasikmalaya ke kota Tasikmalaya dengan alasan sekolah. Jarak tempuh 1 jam dari rumah ke sekolah terlalu berat untuk dijalani setiap hari saat itu. Solusinya kos dekat sekolah.

Setelah lulus sekolah saya pindah ke Tangerang untuk bekerja. Lalu pindah lagi ke Tasikmalaya untuk bekerja juga. Lalu ke Tangerang lagi dengan alasan yang sama, ke Karawang, dan akhirnya kurang lebih 8 tahun berkutat di Ibukota Jakarta untuk bekerja dan belajar di bangku kuliah.

Dengan bertambahnya usia kita semakin tahu apa yang kita inginkan. Kita tahu hidup seperti apa yang ingin kita bangun. Nampaknya Ibukota bukanlah tempat untuk saya. Seiring dengan mulai dewasanya saya, semakin saya menghargai waktu sendiri dan kontemplasi, ramainya Ibukota tidak bisa memberikannya.

Saya mulai berencana untuk pindah ke Indonesia bagian lebih timur dari Jakarta. Yogyakarta, Malang, dan Bali adalah pilihan yang saya buat waktu itu. Saya mulai riset dengan googling-googling santai setiap pulang kerja. Tapi dari 3 kota tersebut saya hanya pernah mengunjungi 2 diantaranya, Yogyakarta dan Bali. Akan ada post terpisah mengenai masing-masing kunjungan, ditunggu ya.

Semakin menggebu-gebunya saya, berbanding terbalik dengan semangat saya bekerja. Tolong jangan ditiru, ya. Kinerja makin menurun dan saya pun diundang untuk curhat oleh atasan. 

"Kenapa?" Itulah pertanyaan pertama. 

"Bosen," kata saya singkat, 

"Bosen dengan pekerjaan, iya. Terlebih lagi dengan kota ini," lalu berentetlah semua keluh kesah berhamburan termasuk solusi saya untuk pindah ke daerah yang berbahasa jawa.

Awal tahun lalu saya bersama Kelana Bersama, sebuah komunitas traveling di instagram mengunjungi Yogyakarta sebagai trip pertama. Meski pun hanya mengunjungi dalam waktu yang singkat, tidak lebih dari 3 hari, saya sudah jatuh cinta dengan suasananya. Entah di mana saya pernah membaca, tapi kota ini seperti memiliki jiwanya sendiri.

diambil oleh mas Adit, salah satu anggota Kelana Bersama

Pucuk dicinta ulam pun tiba. Eaaa. Kantor tempat saya bekerja ternyata membuka kantor baru di kota pelajar ini akhir tahun lalu. Sebelum ditawari, saya sudah mau buka mulut saja. Tapi saya urungkan dan eh ternyata beneran jadi. Akhir Januari saya sedang liburan di Bali. Hari itu hari Jum'at saya dapat pesan di WhatsApp, katanya atasan saya mau ngobrol. 

Dag dig dug derrr Daia. Aduh jadul banget ketahuan lahir di zaman apa.

Singkat cerita akhirnya saya mulai bekerja tanggal 18 February di Yogyakarta. Kota yang adem-agak panas kalau sore, banyak pelajar, banyak universitas, banyak makanan yang gak ada di kota-kota yang saya tinggali sebelumnya, dan banyak pula objek wisatanya. Banyak sekali yang bisa dieksplor. Banyak ruang untuk bisa berkembang.

Ada banyak hal yang sudah saya rencanakan selama tinggal di sini. Mulai dari menekuni hobby baru hingga mengasah hobby yang tak pernah mati, menulis. Insyaalloh akan lebih rajin update di sini karena selama ini terlalu banyak menghabiskan waktu di social media.

Di zaman ini, memang semua orang lebih banyak di sana. Tapi mereka yang mau membaca dan benar-benar berinteraksi hanya ada di blogsphere. Setelah ini saya pasti blogwalking ke blog teman-teman. Ditunggu kunjungan saya, ya.

Nah, kalau pengalaman teman-teman gimana? Pernah tinggal di kota mana sajakah atau sedang tinggal di kota mana? Share dong keindahan kotanya di komen biar kota teman-teman lebih terkenal!

Salam,
Uyo Yahya

PS. Kelana Bersama lagi menerima anggota baru di tahun keduanya ini, lho.
Yuk, join agar bisa jalan-jalan bareng! Follow IG @berkelanabersama atau langsung saja gabung ke group WhatsApp-nya.

0 comments