Suka Ikutan Event Lari Tapi Males Bangun Pagi? Ini Dia Solusinya!

Kalau view-nya seindah ini sih semangat kali ya bangun pagi tiap hari.
gambar dari IG saya: @uyo.yahya
uyoyahya.com - Hola 2018. Happy new year. Telat sih. Finally, saya punya waktu untuk nulis lagi di blog yang random ini. Random pisan. Kadang serius, kadang talking nothing, dan terkadang ditinggal gitu aja sampai pembaca juga udah males buat balik lagi.

Mudah-mudahan di tahun baru yang udah kelewat 1 bulan ini saya makin rajin nulis di sini. Aamiin.

Postingan kali ini masih ada sangkutpautnya dengan postingan sebelumnya tentang hobby baru saya yaitu lari dan ikutan event lari.
Event lari biasanya dimulai pada pagi hari yang tentunya menuntut saya untuk terbangun lebih pagi bahkan nyubuh pas hari H.

Confession: membiasakan diri untuk bangun pagi itu susah, Gusti.

Sudah berusaha untuk bangun pagi, tetep aja sulit

Karena memang saya terbiasa bangun tidak seshubuh zaman baehula waktu masih sekolah, mau semenarik apa pun acara larinya tetap aja datang telat.

Di event yang lalu saya tidak mulai lari dari garis start semestinya, lho. Langsung loncat aja gitu dari halte busway pas liat peserta dengan jersey serupa berlarian. Gak, deh. Tetep jalan melalui Jembatan Pen yebrangan Orang (JPO).

Jalan melalui JPO patut dicontoh. Asyik. Seberapa terburu-burunya pun tetap usahakan jangan melanggar banyak aturan. Satu aja cukup. Start ditempat yang bukan semestinya misalnya. Nah, ini yang tidak boleh dilakukan.

Meskipun saya dapat menyelesaikan race 5 km nya dan dapat medali tapi tetap aja ada yang mengganjal. Orang-orang pada bangun lebih pagi dari saya, mereka ikut rangkaian acara sebelum start, belum lagi menempuh jarak yang pasti tidak dekat, sementara saya kesiangan, start sembarang tempat, tapi tetap dapat hak yang sama seperti yang lain. Di mana otakmu, Martin?

Dengan Virtual Run, Kamu Tidak Perlu Lagi Bangun Pagi

Ini prosedur singkat virtual run.
screenshot dari web-nya.
Lalu di web ayolari.in saya nemu ada event lari lagi untuk bulan January 2018 dengan nama 88virtualrace Wayang Series. 

Saya baca-baca di laman tersebut kemudian lanjut ke laman resminya 88virtualrace.com juga. Singkatnya, situs ini adalah situs pembuat acara virtual run di Indonesia.

Masih gak ngerti apa itu virtual run? Virtual run pada dasarnya sama dengan event lari biasa. Sama-sama beneran lari dan keringetan juga hanya saja pelaksanaannya yang berbeda. Event lari konvensional diadakan di suatu rute tertentu, start, dan finish di tempat tertentu.

Sementara event virtual run bisa diadakan di mana pun dan kapan pun. Kapan pun? Iya, gak usah bangun pagi!

Hari H Event 88virtualrace Wayang Series

Di bulan pertama kemarin, event virtual run ini diadakan dari tanggal 1 hingga 12 January 2018 dan akan diadakan pada tanggal yang sama di bulan-bulan berikutnya.

Jarak 8.8 km perlu ditempuh peserta dan bisa dicicil kayak kredit rumah tapi tetap tidak boleh lebih dari tanggal yang sudah ditentukan.

Ini nomor eBIB eventnya.
gambar dari IG saya: @uyo.yahya

Di event virtual run pertama saya yang bertajuk Wayang Bima ini saya ambil tempat di GOR Soemantri pada malam hari setelah pulang kerja. Niatnya dicicil supaya paginya gak terlalu capek. Apa daya rencana tinggal rencana.

Saya menuntaskan 8.96 km dalam satu waktu selama 52 menit 17 detik. Jarak tempuh lebih dikit karena kita gak ada garis start atau finish dari panitia. Kita sendiri yang tentuin dan cek dari aplikasi running. Saya sendiri pakai aplikasi Nike Running Club yang bisa diinstall pada gawai berbasis android dan iOS.

Screenshot dari lari yang udah dilakukan.
gambar dari IG saya: @uyo.yahya

Setelah selesai lari, screenshot dari aplikasi running disubmit ke website 88virtualrace. Satu sampai dua pecan medali dikirim ke alamat peserta.

Medalinya cukup unik. Talinya ada aksen-aksen Indonesia sementara medalinya sendiri berbentuk hampir segilima dengan gambar karakter Bima di seluruh bagiannya.

Ini dia penampakan medali Bima nya:

Medali Bima.
gambar dari IG saya: @uyo.yahya


Kenapa saya tidak ikut event lari bulan ini?

Dewi Shinta menjadi tema event bulan ini.
gambar dari email.
Event lari bulan ini yang bertemakan Shinta sudah dimulai. Pendaftaran biasanya dibuka seminggu sebelum waktu event berlangsung. Untuk bulan kedua, niatnya ikut setiap bulan, saya tidak ikut. 

Terakhir pendaftaran tanggal 29 January dan saya ingat di hari berikutnya. So, what can I say?
Ada sedikit hal yang aneh untuk even virtual run bulan ini.

Di broadcast email dan poster di situs 88virtualrace, Shinta digambarkan sebagai berikut:

“Shinta juga merupakan sosok wanita yang lemah dan selalu pasrah dan menggantungkan semua kehidupannya pada seorang sosok suami.”
Menggantungkan hidupnya pada seorang sosok suami? Kesannya Shinta tidak punya hak untuk menentukan garis hidupnya sendiri. Rama, sang suami, memerintahkannya untuk masuk ke dalam api guna menguji kesuciannya dan dilaksanakan oleh Shinta.

Beruntung mereka ada di negeri dongeng jadi tubuhnya tidak terluka sedikit pun.

Merasa lebih itu sombong

Issue-nya ada di sekitar kita. Dekat sekali. Saat seorang wanita diragukan kesuciannya, si pria berhak menuntut sebuah pembuktian. Sementara saat pria tidak lagi perjaka, apa ada penuntutan dari sang wanita? Ada, tapi tidak selalu.

Pada saat wanita bisa ditolak oleh pasangannya saat terbukti tidak lagi suci, apakah pria juga bisa ditolak oleh wanita bila terbukti tidak lagi perjaka?

Kalau memang hanya satu jenis kelamin saja yang berhak menuntut ke yang lainnya, berarti si penuntut merasa lebih suci? Bukannya “merasa lebih” saja sudah termasuk sifat sombong?

Well, mungkin pikiran itulah yang menggelayut di pikiran saya sehingga baru ingat untuk daftar satu hari setelah pendaftaran ditutup. Dari pembawaan santai tiba-tiba postingan ini jadi agak deep, ya?

Ada beberapa hal yang bisa saya simpulkan. Pertama, virtual run cocok untuk kamu yang suka ikutan event lari namun malas bangun pagi. Kedua, virtual run cocok untuk kamu yang introvert secara gak perlu numplek pada satu acara dengan banyak orang. Kamu bisa lakukan sendiri di rumah bahkan. Di rumah? Iya, karena virtual run bisa dilakukan di treadmill juga.

Gimana? Tertarik untuk ikutan?

That’s it, guys. Sampai jumpa di postingan berikutnya.

Salam.

0 comments