Elsawati Dewi(natureveshop.com): Setelah Menikah? Biasa Aja

19 Maret 2016 merupakan hari yang menyedihkan bagi pacar dari kakak saya, Yayang Mustika. Pasalnya sang Ayah meninggal dunia setelah mendapatkan satu hari perawatan di rumah sakit. Saya, yang kebetulan waktu itu sedang di kampung, dan kakak saya mewakili keluarga untuk menyampaikan belasungkawa ke rumahnya. Saat kami sampai ke rumah yang dituju, kebetulan jenazah sedang akan dimakamkan. Jadi kami langsung ikut rombongan ke pemakaman. Prosesnya hidmat hingga kami kembali ke rumah yang berduka.

Tak ingin membuang kesempatan, sekitar jam 13.00 saya pamit sebentar untuk mengunjungi sahabat saya, Elsawati Dewi(Els). Kabarnya rumah Els sekarang pindah di dekat sekolah saya dulu, satu kawasan dengan rumah Yayang. Owner salah satu
beauty online shop ini mengontrak sebuah rumah yang letaknya dekat dengan jalan guna memudahkan akses bagi pembeli yang ingin membeli produknya secara langsung.

Saya berjalan kaki untuk menuju rumahnya yang berjarak sekitar 500 meter dari gerbang almamater saya, SMK N 2 Kota Tasikmalaya. Tidak sulit untuk menemukan rumah yang sekaligus digunakan sebagai kantor ini. Ada plang natureveshop di depan rumahnya.

Saya mengetuk pintu yang kebetulan sudah terbuka, mengucap salam, dan menemukan suami dari Els sedang ada di ruang depan yang juga dijadikan untuk display produk jualannya. Ini baru pertama kali saya berjumpa dengan suami dari sahabat saya. Sayang sekali saat pernikahan saya tidak bisa hadir karena ada deadline pekerjaan. Sungguh disayangkan. Jadi selama ini hanya mampu melihat perkembangan pasangan ini dari media sosial. Kami bersalaman lalu saya langsung dipersilakan masuk ke bagian rumah yang merupakan kantor kecil sederhana nan nyaman di bagian kanan dari bangunannya.

Disitulah saya menemukan sosok yang dulu begitu mungil kini sedikit melebar. Mungkin efek dari kehamilan pertamanya. Kami saling tersenyum dan bersalaman. Salaman dengan sedikit rasa gereget. Rasanya campur aduk. Tiga tahun lamanya tidak berjumpa dan dia masih tetap menjadi bagian terpenting di hidup saya. Tiga tahun hanya saling menyapa di media sosial, tiga tahun hanya saling like postingan, tiga tahun hanya ngobrol di telpon. Rasanya terbayar sudah.

wah...cucian dede bayinya :D

Kehidupan setelah menikah

"Biasa aja," katanya.

Saya terkejut karena jawabanya tidak sesuai dengan harapan. Tidak sesuai dengan kebanyakan pasangan muda lain yang cenderung banyak mengeluh dengan kehidupan awal pernikahan mereka.

"Biasa bagaimana?" Saya menunjukkan keheranan saya.

"Biasa. Yang sering kepikiran sebelum tidur pada malam hari adalah: 'besok pagi mesti bangun, beres-beres barang, lalu pulang ke rumah'. Rasanya kayak lagi piknik dan tidur di penginapan dan bakalan pulang. Padahal kan ini rumah yang sekarang," jelasnya.

Lalu, lanjutnya, pernikahan itu tergantung bagaimana kita memandangnya, untuk banyak hal juga seperti ini. Tapi Els dengan suami sebelumnya sudah menjadi partner kerja sebelum menjadi partner hidup. Setahun menjalani bisnis online shop bersama membuat mereka makin dekat, saling mengenal jauh, jatuh hati dan akhirnya memutuskan menikah hingga sekarang di karunia bayi perempuan bernama Raisa "Icha" El Febriana.

Saya selalu menyukai bagaimana dia memandang sesuatu. Dia selalu punya fakta pendukung untuk apa yang dia katakan. Jaman sekolah dulu saya akan sangat sebal saat mulai dibombardir oleh ceramahannya. Lama kelamaan saya senang membuat dia berbicara karena banyak ilmunya. Well, ya begitulah. Dia yang yang haus, saya yang kenyang ilmunya.

Sisanya kami mengobrol banyak hal. Mulai dari ngebahas pekerjaan, hobby, teman-teman se-geng, dan banyak lagi. Lalu saya melihat waktu sudah menunjukan hampir pukul 16.00. Saya pamit pulang karena kakak saya menunggu di rumah Yayang. Saya berjalan meninggalkan rumahnya dengan mesem-mesem. Happy.

Salam,
Uyo

0 comments