#puisi Da Aku Mah Apa Atuhlah

Melemah, lemas, patutnya dibangkitkan
Semakin gelisah di setiap detiknya
Menoleh ke depan, menengok ke belakang
Tetap saja,
hanya saat inilah sejatinya
Dalam fitri adalah jiwa yang baik
Hanya diri bukan Nabi, bukan Tuhan
Adalah biasa, sebiasanya manusia biasa-biasa
Berkekurangan, berkepayahan, juga berkemalangan
Adalah wajar bila sesekali meluap menyapa daratan
Biasa saja bila pernah terjerat amarah
Ada luapan karena ada surut, ada amarah karena ketenangan
Sungguh hanya manusia biasa
Tak ada kuasa merubah-ubah hati
Menumbuhkan rasa lalu merubahnya, mungkin menghentikannya
Apalah sempurna bila tak mengenali ketidaksempurnaan
Adalah kekosongan tanpa makna, dan kehidupan tidak bekerja seperti itu

16 comments

  1. wah berbakat juga nih nulis puisi mas
    salam kenal

    ReplyDelete
  2. Replies
    1. tepat sasaran maksudnya. di sini nih #nunjuk hati

      Delete
    2. Mas zach itu mah sakitnya tuh di sini, di dalam hatiku...cocok pake #nunjuk hati.... :D

      Delete
  3. hahaha judulnya orang sunda banget gan :v

    ReplyDelete
  4. fluktuasi dalam kehidupan adalah dinamika bukan? di situlah indahnya hidup, saat kita menghadapinya dengan perasaan berkesenian yang elok.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya, tepat mas zach. Saya meresapinya dengan seni...

      Delete
  5. itu maksudnya apa ya judulnya
    tidak ngerti, bahasa sunda ya
    tak ada kuasa merubah-ubah hati, ini setuju saya hehe
    salam kenal mas Uyo

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu maksudnya "Apalah, aku bukan apa-apa." Bahasa sunda...

      Salam kenal juga...

      Delete
  6. wah,bikin puisinya bagus juga :)

    ReplyDelete