#puisi Seribu Mimik

Aku ingin lebih dekat seakan kami bercumbu
Mengecupnya kendati pahit getir di lidah kelu
Aku ingin menarik semua mata layaknya
biduan menyanyi merdu
Mengundang banyak rasa penasaran akan kehadiranku
Selalu berhasil,
Mata ini melirik apa saja yang bisa memantulkan diri
Tak kutemukan kesombongan di relung sanubari
Aku sambar sumber cahaya untuk sedikit menerangi, meyakini
Masih rendah hati, terpeliharalah dan teruslah tinggi
Menggelikan untuk menerima kenyataan berjodoh dengan si penambang dingin
Tapi, menolak atau tidak, kami tetap dalam satu tujuan terpimpin
Sadarkah kau bahwa Aku menyangsikan masa-masa kuda liar yang kau alami, mungkin
Aku bertaruh tak beda dengan halaman-halaman kusam buku tua, terasing di sudut lemari, berdebu karena tak tersentuh angin
Aku ingin mengurung diri, menikmati gelap
Membiarkan bahwa sunyi mematikan keramaian dan itu cara sederhana mendapatkan kedamaian
Aku ingin, dengan bebasnya, mengatur mimik seperti mereka
Tak mengenal lelah karena sebaik-murahnya penarik kebaikan

3 comments