#puisi Terbaik dari yang Terburuk

Rugi, tentu saja. Waktu terluangkan untuk hati-hati yang teramat diyakini
Dalam pengharapan indah dan abadi, dalam nyata semuanya ada, tapi kemarin, bukan hari ini
Menyesal, seandainya tahu maka sedari awal kan diangkat jangkar

Pasti hanya karena kain sutra dan kilau emas, silau jadinya
Kini bukan geraian gemulai di pundak, ada desis ular-ular
Apa karena amarah mereka mendesis semangat?
Ah, memalukan sekali untuk mengakuinya
Cinta, sekali lagi aku hilang dalam pusaran pikiran tentang sebab-akibat kekandasan
Untunglah telah dibentengi panglima perang terbaik
Tak ada rasa yang menyelinap kendati pertama menyayat, perih, kadang terdengar rintih
Terkadang juga, mengadopsi formula energi menenangkanku dengan cara yang logis
Aku mencari umpan terbaik, hiu-bukan pari yang tertarik
Yang terbaik adalah melihat dari banyak sisi
Dari bijaksana, kesederhanaan, kerendah hatian, keberkahan
Maka biasanya membakar diri untuk sendiri dan dirimu-dirinya
Dan teguklah darah saringan yang bening kembali

10 comments

  1. mantap puisinya mas, sukses selalu. Aamiin, oh ya suara musiknya pas banget kalau lagi ngebaca puisinya...hem serasa di alam yang cukup luas dan di sekelilinganya banyak pepohonan hijau......damai...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih...

      Kebetulan musiknya saya memang sedang suka dengan karya-karya musisi yang satu ini. Alhamdulillah ya cocok kalau didengar pas baca puisi-puisi saya.

      Delete
  2. setelah beberapa kali saya berkunjung ke blog mas uyo sepertinya akhir2 ini lebih puitis ya hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sepertinya blog saya memang akan fokus ke arah sana deh, mba

      Delete
  3. Sang puitis ^_^
    Musiknya enakan juga nih

    ReplyDelete
  4. salam hangat dari kami ijin menyimak gan, dari kami pengrajin jaket kulit

    ReplyDelete