#puisi Mestinya Waktu

Katakan saja bahwa setiap perkara berbatas perkara
Seperti kebebasan terbentur kebebasan
Lalu aturan kawanan liar terkekang aturan rimba
Juga otonomi-otonomi tak bisa menutup mata negara

Lalu utarakan dengan lantang bahwa mimpi tak kan lebih lama dari kenyataan
Teriakan hingga serak, hari berbatas malam
Kehidupan dan kematian
Awal dan akhir
Mestinya waktu, sebagai pengacu yang sedari dulu
Tak lelahnya berdetik hingga menit, lalu jam, hari, minggu, bulan, tahun, windu, dekade, abad, millenium
Ditekankan pada mata-mata tua yang kini terpejam
Agar diserapnya hingga dunia tahu
Mestinya waktu, sedari dulu
Karena nilai kehidupan pun mutlak diperhitungkan
Bumi, langit, bulan, matahari, atom, partikel
Mereka memegang perwaktu
Mestinya, sedari dulu, waktu

0 comments