#puisi Kekal Sementara

Biarkan lidah kelu mengumpat sebisanya,
Hingga Ia lelah, bahkan terengah-engah
Karena Dia tidak selalu tahu--akibat dari keanggunannya
Berbicara terlalu lembut dalam bilik keramaian dan lantang di kesunyian

Hanya buku yang terbuka, tanpa rahasia
Karena tak ada yang pernah menariknya ke medan perang
Jadi menghabiskan waktu dengan pembicaraan-pembicaraan tak berdasar
Kemahsyuran itu melewatinya tanpa jejak
Hingga tak percaya melingkupi keberadaannya sebagai sang pemegang tahta
Tapi murka dan rakus!
Sistem dan pola-pola rutin mengandili roda hidup
Hanya untuk memastikan kebenaran
Apa pujaan telah beberapa langkah atau bahkan teramat jauh untuk digapai
Mil-mil yang bukanlah mudah untuk ditempuh kaki dengan sendi-sendi yang kelelahan
Bahasa rasa yang memudar karena di sana adalah pujaan
Kendati tak akan selamanya
Karena kekal untuk kesempurnaan yang bukan milik manusia
Maka sementara terpaksa dibenamkan

1 comments