#puisi Senja, Kau Kini

Senja, mestinya berpelitur jingga yang menawan
Dilengkapi kecenderungan langit yang menggelap
Disambut dengan pemikiran bersih
Dinanti dengan catatan-catatan indah

Senja, dulu kau diwarnai
Langit gelap disingkirkan, sengaja berlama-lama denganmu
Wajah kemenangan menyambut semburatmu
Aku terduduk dengan pena dan kertas
Senja, kini kau kuhindari
Aku membiru ingin bermanja dengan surya yang gagah dan menghangatkan
Mengalirkan energi daripadamu yang mengantarkan gundah
Terkulai tubuh ini menerima tajam yang melembut
Senja, kau memori
Dimana aku melarikan diri dan menemuimu, bahkan mengadu
Kau tampak berbeda
Apa aku yang berubah?
Katakan kau menanti cerita hari ini, esok atau pun lusa
Katakan kau akan menjemput jinggamu, menawanku kembali
Jiwa adalah kebebasan untuk memilih
Tapi tubuh adalah pembatas
Maka apa daya, kau pun hanya hamba

2 comments