#puisi Hilang II

Kerikil-kerikil menusuk dingin
Secepat mungkin kaki melangkah
Selanjutnya rumput yang basah
Membusuk menjijikan

Dan mendung disusuli hujan mengucilkanku

Dalam kehijauan yang menggelap
Tergenang bara dan membekukan-melelehkan
Rintik yang mengecil menggema menjemput kesadaran
Itu matahari, tidak jelas, atau apalah
Hanya saja menghangatkan

Dipaksa untuk mengerti
Yang hilang kan menguatkan
Biarkan sementara menepi
Redamkan ketidakjelasan


0 comments