#puisi Lena, Lara

Bila ingin kumemproklamirkan
Maka jiwa yang seakan mampu terbaca penyebabnya
Tapi sebagian memimpikan keabadian
Dipendamlah serapat-rapatnya, tak segaris sinar menyelinap masuk

Karena lena memabukan
Berbagai energi dan cahaya dipendarkan
Dan karena jarak yang sepersekian mili
Air murni ini kotor, menyebarkan infeksi pada sang inang
Rasanya seperti kau hanya akan selalu tersenyum
Layaknya Dia adalah pelindungmu
Tak mengenal ruang dan waktu
Tapi karena bumi dan bulan menganalogikan
Kelumpuhan dirayakan
Lagipula resah mengundang lara
Telah lama tak ada di ingatan, tapi sekali lagi mencuat ke permukaan
Mungkin menyapa kekejian yang semakin nyata
Atau mungkin menegaskan teritori palung gelap
Perkata ini menyayup ke kejauhan
Samar-samar bak melantunkan nyanyian
Dari dalam, dari sunyi
Perlahan membuka lena dan lara
Berkisah di telinga

0 comments