#puisi Kemarilah

Tinggalkan wajah-wajah semu itu
Palingkan pada bersitan-bersitan yang seakan bersemburat
Mereka memberi tanda, mereka menyambut bangga
Kemarilah, rebahlah di bumi pengharapan

Lepaskan penat dan dahaga di batas antara jeruji dan udara
Seharusnya kau mampu lebih cepat
Karena mereka sekali lagi memberi tanda, seakan tak sabar
Kemarilah, menetaplah di bumi berpelitur warna
Atas jiwa yang kian tak terusik
Dalam malam badai dan siang terik
Terlebih kekuatanmu di labirin-labirin waktu dan permainan emosi
Karena tertakdir untuk mereka menanti
Hati-hati yang hanya terlihat rapuh
Kemarilah,
Kau di batas kekangan dan kebebasan
Berjalanlah,
Terus ikuti lentera-lentera yang hanya sebatas redup
Berlarilah, kemarilah...
Didedikasikan untuk EIS, rekan yang selalu kuat... :)

0 comments